Slider

3DS Max

After Effect

Blender

Photoshop

Style5[ImagesOnly]

Style6

Membuat Efek Glitch dengan After Effect

percobaan
percobaan Pada tutorial-tutorial After Effect sebelumnya, kita sudah membahas berbagai topik seperti animasi dasar, Composition, Menambahkan Style, sampai menggunakan Sistem Partikel.
Nah, pada tutorial kali ini, kita akan belajar cara membuat efek pada teks. Efeknya mungkin sering anda lihat, di iklan-iklan sampai intro film, yaitu efek Glitch. Efek ini membuat objek dan layar bergoyang-goyang tak tentu secara acak , menimbulkan kesan rusak.

Misalnya, seperti video dibawah. Pada intro teks diawal video, terlihat efek glitch pada teks cgrafis.


Nah, Untuk membuat efek glitch yang sederhana, silahkan ikuti tutorial dibawah:

1.    Buka After Effect, lalu buat Composition Baru pada menu Composition > New Composition.


2.    Masukkan nama Composition, atur ukuran video yang diinginkan, dan atur juga durasinya. Disini, saya mengaturnya seperti gambar dibawah.


3.    Nah, di Composition baru ini, silahkan ketikkan teks yang di inginkan. Untuk membuat teks gunakan Text Tool (Ctrl+T) lalu klik di jendela Preview.




4.    Supaya teks berada ditengah-tengah, anda bisa memunculkan Title/Action Safe berbentuk garis-garis sebagai Guide. Silahkan tempatkan teks di titik tengah garis.


5.    Di jendela Project, klik kanan lalu pilih Import > File, lalu pilih file video Screen Glitch. Jika anda belum punya video Screen Glitch, anda bisa mendapatkan salah satunya disini.


6.    Pastikan video Screen Glitch sudah muncul di jendela Project.


7.    Sekarang, drag video Screen Glitch ini ke Timeline.


8.    Pada menu Layer > New > Adjustment untuk membuat layer Adjustment baru di timeline.


9.    Di timeline, seleksi layer Adjustment lalu pilih menu Effect > Distort > Displacement Map.


10.    Di pengaturan Displacement Map ini, ubah Displacement Map Layer menjadi video Screen Glitch.


11.    Di timeline, sembunyikan layer Screen Glitch dengan mengklik ikon mata di sebelah kiri.



12.    Sekarang, coba lihat di jendela Preview. Tekan play atau tombol Spasi di keyboard. Terlihat, teks akan sedikit bergerak-gerak. Ok, sampai sini efek Glitch sudah ada, namun kurang besar . . .


13.    Kembali lagi ke parameter Displacement Map, lalu perbesar nilai Max Horizontal Displacement dan Max Vertical Displacement menjadi 40.


14.    Nah, coba play lagi dan lihat di jendela preview. Sekarang, efek Glitch tampak lebih besar.


15.    Ok, sekarang kita akan membuat efek Glitch ini sebagai Transisi atau sebagai efek perantara perpindahan teks. Untuk itu, buat lagi teks kedua menggunakan Text Tool, dimana disini saya menulis “Tutorial Komputer Grafis”.


16.    Di jendela Timeline, seleksi teks CGRAFIS, lalu geser ujung (akhir) nya sehingga hanya sampai ke detik 2 saja. Lihat Gambar . . .



17.    Sekarang, Seleksi teks kedua lalu geser ujung (awal) nya ke detik ke 2. Disini, saya membuat teks berubah dari “CGRAFIS” menjadi “Tutorial Komputer Grafis” pada detik ke-2 dengan mengatur ujung awal dan akhirnya seperti langkah diatas.


18.    Ok, sekarang langkah terakhir seleksi Adjustment Layer lalu geser ujung kiri dan kanannya mendekati detik ke-2 seperti gambar dibawah, sehingga layer ini enjadi pendek di Timeline. Pastikan bagian tengah layer ini sejajar dengan perpindahan dua layer teks, yaitu pada detik ke-2.


19.    Nah, sekarang coba play lagi animasi-nya. Hasilnya kira-kira seperti gambar dibawah . .

 
Hasilnya memang sederhana ya, mengingat disini kita hanya mengatur Nilai Max Horizontal-Vertical saja. Jika anda ingin hasil yang lebih “Greget” lagi, mungkin bisa mencoba bereksperimen dengan berbagai parameter efek Displacement Map.

Di video atas, saya menggunakan empat buah Adjustment Layer (dengan efek Displacement Map) dengan nilai Max Horizontal-Vertical yang berbeda-beda, dan menggunakan teknik Masking agar hanya bagian tertentu saja dari teks yang terkena efek Glitch. Hasilnya seperti ini:


Lebih jauh lagi, anda bisa membuat efek Glitch yang keren dan Futuristik seperti video dibawah:

Video 1
Video 2

Ya, mungkin hanya ini yang bisa saya tulis, semuga tutorial ini bermanfaat dan menambah ilmu baru buat semuanya. Terimakasih . . .

Membuat Website Dengan Cepat Menggunakan Website X5

percobaan
percobaan Website X5 Home adalah aplikasi desain web untuk berbagai keperluan seperti website, blog, toko online, foto album digital dan lainnya.

Tidak seperti kebanyakan aplikasi sejenis, Website X5 Home hadir dengan konsep WYSIWYG (What You See Is What You Get). Anda tidak perlu menulis berbagai kode pemrograman HTML atau CSS, karena untuk membuat desain website, anda hanya perlu mengatur berbagai properti yang sudah tersedia dengan menekan tombol-tombol tertentu.

website x5 home
Website X5 Home mempunyai cara kerja yang sederhana, dimana anda akan di hadapkan pada serangkaian proses untuk membuat website yang utuh. Di mulai dari proses pemilihan template. Anda bisa memilih 128 template profesional yang bisa langsung anda gunakan.

website x5 home template


Tahap selanjutnya adalah membuat peta situs. Disini anda dapat mengatur struktur menu dan halaman untuk mempermudah navigasi. Di lanjutkan dengan mendesain layout halaman, dengan sistem drag and drop memudahkan anda dalam mengatur berbagai elemen dan menambahkan konten seperti teks, gambar, video, musik, animasi flash, peta dan berbagai widget sosial media (tombol Facebook, Google+, dan tombol Share lainnya).

website x5 home export

Terdapat jendela Browser Preview yang akan menampilkan website setelah anda melakukan perubahan. Setelah selesai mengatur menu, warna, layout dan font anda bisa langsung mengekspor dan menguploadnya ke internet, atau menyimpannya ke harddisk.

Untuk review lebih lengkap dan cara mendapatkannya, silahkan klik disini.

Efek Teks The Matrix

percobaan
percobaan
Ok lah,seperti biasa yg bakal dibutuhin adalah After effect (gw masih pake CS4 gan),ama plug-in eksternal Trapcode Particular. kalo udah siap,yuk mari belajar bersama.

Well, iseng-isang kemaren coz penasaran sama efek tulisan matrix tuh yg tulisan ijo jalan kebawah,coba coba dah (Dan untungnya) berhasil. versi simpelnya si bisa dibuat di software particle illusion,berhubung ane ga pernah make ni gan, jadi berjuang dengan AE tercinta neh.


Aku gak tau particle illusion juga bisa apa ga, tapi dengan tulisan matrix kita yg pake particular ini,kita bisa nambahin efek Depth of Field di dalemnya,mungkin ini berguna buat temen” smw yg pada mau bikin bumper,ato video presentasi neh.


Step by Step

Seperti biasa, buat Composition baru. Lalu buat juga layer solid untuk ditambahin efek particular nantinya.


Sekarang, tambahkan efek Particular ke layar solid seperti gambar diatas.


Kalo udah,sekarang waktunya kita atur effect particular (yg Alhamdulillah ada banyak gan). pertama rubah dulu Sub-class Emitter,Emitter type kita ganti jd box ,dimana ntar jadinya ya partikel kluar dari bentuk kubus.



Trus kita ganti Emitter sizenya,ini berarti kita akan ganti seberapa besar kubus tempat keluarnya si partikel.


ini opsional aja sih,disini aku pake Emitter size:

X: 1500
Y:500
Z:3000

Kurang lebih segitu lah,fungsi Emitter Z kubuat besar supaya penyebaran partikel pada sumbu z lebih besar dan fungsi DoF lebih kliatan aja.

Sekarang waktunya kita bikin composition ukuran 50x50 pixel,ini buat huruf-huruf yg gonta ganti. Kecil emang,supaya enteng aja gan,kasian komputernya kalo kita pake gede resolusinya.



Ok, konsepnya gini,huruf yg gonta ganti itu akan direpresentasikan oleh tiap partikel yg kita buat tadi. Jadi bentuk partikel bukan lagi bulatan kecil kayak salju, tapi berubah menjadi huruf-huruf yang berubah beberapa detik sekali.


Supaya huruf tersebut berubah-ubah, kita harus mengaturnya dulu. Caranya, buka pilihan submenu di layer text lalu pilih menu Animate>Character Offset. Secara teknis, character offset ini akan merubah huruf sesuai nilai yang dimasukkan, dan berdasar pada susunan alphabet. Jadi gini gan, misalnya huruf "A", kita atur nilai character offsetnya menjadi '1', maka huruf "A" tersebut akan berubah menjadi "B". Kalau nilai character offset 2 maka akan berubah menjadi "C" dan seterusnya.



Untuk mengubah-ubah tulisan, tinggal animasikan aja nilai character offset ini. Pasang keyframe di 0 second,lalu terserah (idealnya 15 second) dkasih angka diatas 150,disini aku pake 173.


Trus biar partikel gda yg merepresentasikan black sreen,kita geser work end area sejajar dengan keyframe terakhir yang barusan kita buat, kayak gambar dibawah.



Kalo uda kita balik ke comp yg pertama kita bikin partikel tadi,trus geser comp yg kita buat tulisan dari jendela project ke timeline dibawah layer partikel. buat layer huruf ini ga keliatan (visibility ato gambar mata di paling kiri itu click aja).


Sekarang supaya partikel merepresentasikan tiap huruf, ganti Particle type jadi Textured Polygon,abis itu
yg dibawahnya jadi “Start at Birth – Loop” dan size gedein jadi +- 35 biar kayak gambar dibawah.


Sekarang waktunya menghias,biar makin keliatan kayak matrix,kita kasih effect Stylize – Glow


Trus biar ada warnanya (sebenernya tadi di partikel bisa pilih texture colorize polygon,tapi males mau
edit lagi gan),jadi pilih effect>Color correction>Tint.


Di Map white to kita ganti warnanya jadi (terserah dah,kalo ane sih….) hijau


Nah,udah jadi tu Matrix Effect,biar kliatan nyeni aja,kita kasih Layer-Camera gan. Ubah focus jadi 1000 dan Apperture jadi 230 aj,kalo mau eksperimen juga makin keren tuh . .


Dan kini efek matrix buatan sendiri udah beres dan bisa temen” pake.



Smoga dikit ilmu ini bisa brguna buat temen” smua Dan smoga aja ini mampu mnginspirasi tmen” juga . . . hehe,smoga berhasil gan

Regards,

Randi Prasetyo
facebook.com/everise.randi
VFX Artist at Infinite Studio 

Perkenalan dengan Blender dan 3D

percobaan
percobaan Artikel ini ditulis oleh Randi Prasetyo. Menjelaskan tentang seluk beluk dunia 3D, CGI dan juga hal teknis lain seperti objek, material, proses pencahayaan dan juga simulasi. Walau penulis menggunakan blender sebagai referensi, semua penjelasan bisa juga dipakai oleh anda pengguna software 3D lain.


Ketika ditanya “apa itu 3D”? orang kebanyakan akan menjawab film animasi, film anak anak, gambar komputer, film yg gambarnya bisa keluar.Well,semua jawaban itu mungkin akan mengacu pada 3D meski topik bahasan 3D sebenarnya lebih luas dari itu.3D bukan hanya kita membuat sesuatu,ini ditaruh sana,itu ditaruh sini lalu mengambil gambarnya,ya  nggak salah sih dengan  pemikiran itu,tapi  semua orang akan memilih menjadi 3D artist saja kalau pekerjaannya sesimple itu.

Kita analogikan ketika kita membuat sebuah makanan, nasi goreng katakanlah, untuk membuat nasi goreng tentunya yg kita butuhkan bukan hanya nasi dan minyak kan?kita membutuhkan garam,bawang,sayuran dan mie sebagai pelengkap,kecap,saus tomat dan sambal sebagai pewarna,daging,beberapa sayuran seperti selada dan irisan  tomat  dan mungkin krupuk beserta sedikit kacang mede untuk memberikan sensasi rasa yg istimewa,untuk menciptakan nasi goreng tentu saja kita membutuhkan spatula,wajan dan kompor sebagai peralatan masak.Ketika sudah matang,nasi itu pastinya akan kita tuang di atas piring,kita hias dengan indah dan kita ambil sudut yg tepat untuk kita foto agar bisa kita upload di jejaring sosial untuk kita ceritakan pada teman kita tentang kreasi kita dan mungkin mereka menyukainya,meminta kita membuatkan untuk mereka dan berujung kita mendapat keuntungan dengan menjualnya,bisa jadi kan?

Bekerja dengan komputer untuk menghasilkan gambar 3D sebenarnya tidak terlalu jauh dari itu (kecuali kita nggak perlu khawatir terhadap minyak panas yg bisa membuat tangan melepuh,ya kita tak perlu memikirkan itu) , kita membuat sesuatu,kita warnai,tempatkan di tempat yg semestinya,kita memikirkan setiap detail agar benda itu menjadi seindah atau serealistis yg kita inginkan,lalu mengambil gambar dari sudut yg tepat agar memberikan pandangan artistik dengan sudut dan komposisi yg tepat.Dan untuk menghasilkan gambar itu peralatan yg kita butuhkan adalah software 3D,dalam bahasan ini kita menggunakan blender.

Blender adalah software 3D open source yg bekerja dan berintegrasi dengan menggunakan bahasa python dan  diciptakan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Ton Rosendaal,untuk mendapatkan software ini ataupun mendapatkan info lebih lengkap silakan kunjungi www.blender.org. Hal yg teristimewa dari blender 3D adalah ia gratis (kan open source) dan ringan , berbeda dengan software lain yg membutuhkan HDD berGiga-giga dan harus membayar lisensi untuk menggunakannya seperti 3Ds Max, Cinema 4D, Maya, Zbrush, Daz, dkk. Ketika Software lain membutuhkan render engine tambahan (yg harus bayar lisensi lagi) untuk mendapat hasil gambar optimal, blender sudah memiliki render engine yg bernama cycle di dalamnya dan ia menghasilkan gambar realis yg hasilnya bisa diadu dengan render berbayar seperti Octane,Vray,Mental Ray dll.


Contoh Render Cycle Engine
Contoh render blender dan cycle: “Candle Light Dinner”

Dalam dunia 3D (biasa disebut juga dengan CGI : Computer Generated Image atau Computer Graphics Imagery), hampir semua bentuk dibuat dengan bentuk segitiga.Yah mungkin ada banyak tool atau bentuk dasar yg membuat kita bekerja dengan bentuk segiempat,kurva,persamaan matematika dll yg tidak mungkin penulis sebut kesemuanya,tetapi ujung dasar dari semua bentuk itu tetap saja kembali lagi,”segitiga”.Kalau orang jaman dulu bilang “komputer bego”,ya pada kenyataannya memang bener sih,komputer memang bego karena dia ngertinya Cuma bentuk segitiga,tapi di sisi positifnya komputer cerdas banget,paham bener soal urusan segitiga ini.Dan syukurnya ada banyak orang jenius di luar sana (seperti orang di belakang layar semua 3D software) yg mengembangkan tool supaya kita bisa bekerja dengan bentuk segiempat yg tersusun dari bentuk segitiga yg teramat sangat memudahkan pekerjaan kita,dan mungkin kita juga nggak paham bahwa sebenarnya kita bekerja dengan bentuk segitiga (contohnya penulis yg baru sadar tentang itu setelah beberapa tahun menggunakan blender).Untuk memudahkan pemahaman,silakan lihat contoh gambar dibawah,sebuah balok yg tersusun dari objek segitiga,yah ok mungkin memang benar pada awal ia merupakan objek segiempat,namun sebenarnya jika kita melihat basic bentuknya,ia adalah gabungan objek
segitiga.
kubus blender
Balok yg tersusun dari objek segitiga

Dan dari kemudahan itulah kita akan mampu menciptakan banyak bentuk indah dari 3D meskipun kita tetap secara dasar menggunakan bentuk segitiga.

Contoh geometri dasar blender
Contoh bentuk dasar :plane , box , circle , uv sphere , ico sphere , cylinder , cone 

Torus dan Suzanne (Suzanne adalah mascot blender)

”Strike Freedom Gundam”


Dalam editing suatu bentuk objek 3D itu sendiri,terdapat hal yg harus kita mengerti untuk memudahkan editing objek,yaitu vertices atau titik , edge atau garis , dan face atau bidang. Kesemuanya memiliki fungsi masing masing untuk memudahkan kita dalam membuat bentuk yg akan kita pahami lebih lanjut ketika sudah memasuki proses modelling (pembentukan) objek

vertices , edge , face
vertices , edge , face


Bayangkan jika kita memiliki rumah yg begitu besar dengan perabotannya tapi kesemuanya tak berwarna,atau warnanya putih,tentu saja itu membuat mata tak nyaman dan membosankan bukan?hal tersebut juga berlaku dalam 3D , sekeren apapun objek yg kita buat tapi tanpa warna apalah artinya.Material,merupakan salah satu elemen esensial dalam 3D , bagaimana kita bisa mengatakan itu logam jika tanpa kilap?bagaimana kita bisa tetap ngotot berkata itu kaca jika itu tak transparan?atau kita berkata itu lampu menyala tapi tak nampak cahaya di objek lampu itu?yah mungkin gambar kita hanya akan menjadi seperti bentuk yg dibuat dengan menggunakan kertas karton,tapi dengan pemberian material yg tepat,tentu saja tujuan kita akan tersampaikan,dan penikmat gambar juga memahami pikiran kita,warna juga menambah kesan realis dan ketertarikan seseorang terhadap gambar.Berikut beberapa contoh material dan texture dalam blender cycle.

atas   : tanpa material , diffuse, transparent, velvet, subsurface scattering , glossy,hair
bawah  : toon,refraction,glass,transluscent,emission,anistropic

atas  : tanpa tekstur ,noise,musgrave,magic,voronoiBawah  :brick,wave,checker



Tentu saja itu bukanlah keseluruhan material ataupun texture yg dimiliki oleh blender,material material di atas tentu saja tak bisa merepresentasikan sesuatu yg ada di dunia nyata,kita ambil contoh keramik yg memiliki kilap tapi juga berwarna terang,pada kasus itu kita menggunakan material “mix” yg cara kerjanya menggabungkan 2 material atau lebih dengan rasio tertentu,selain itu kita juga harus menempatkan “texture” yg tepat karena seyogianya tiada satupun benda di dunia nyata yg mulus tak bertekstur.Penguasaan terhadap kedua hal itu hanya bisa diperoleh dengan pengalaman,percobaan,trial and error,penulis ataupun tutor manapun hanya mampu memberikan pemahaman basic dari kecenderungan setiap material yg akan kita bahas lebih lanjut nantinya.

Tanpa Pencahayaan, Dengan Pencahayaan


Hal yg juga tak kalah pentingnya adalah lighting dan shadow (pencahayaan dan bayangan).segala benda yg bisa dilihat mata tentunya memiliki bayangan,akan menjadi aneh bila kita membuat sesuatu tapi tanpa bayangan (memangnya ada?),rasanya kayak nggak banget,dibayangin saja sudah ketahuan jeleknya kok.Oleh karena itu pencahayaan merupakan salah 1 elemen utama dalam bentuk seni apapun,termasuk 3D.Bisa kita lihat pada contoh di atas akan objek yg memiliki pencahayaan dan tidak.Light atau lampu pada blender terbagi menjadi point,sun,hemi dan area,(yg akan kita bahas pada bab yg lain) namun sayangnya untuk cycle hingga 2.69 ini kita hanya bisa menggunakan point dan sun,selain itu akan dikategorikan menjadi point light oleh cycle.Karena pencahayaan lah kita bisa paham objek itu memiliki volum,kita paham objek itu tinggi atau jarak antar objek,oleh karenanya hal ini tentu saja tidak bisa kita anggap remeh.Pencahayaan yg tepat dari sudut yg tepat akan menghasilkan bayangan dan keindahan komposisi,begitu juga sebaliknya,asal menempatkan lampu juga akan menghasilkan penilaian yg asal pula.Berikut contoh permainan pencahayaan yg bisa kita lakukan pada objek 3D

Head action figure
Ok jadi kita sudah mulai mendapat gambaran tentang modelling,material&texturing dan lighting,tapi apalah artinya jika kita tak menyimpannya dalam sebuah gambar jadi atau video?masak iya kita mau menunjukkan kepada orang lain dengan membuka software blender dan menunjukan preview.nya?Hal yg selalu ada dan dibutuhkan oleh semua software 3D adalah RENDER.namun sebelum kita memulai render,tentukan dahulu posisi kamera,karena ini adalah “mata” kita,karena apa yg dilihat kamera adalah apa yg akan nampak dalam hasil render.Pada contoh gambar diatas kita dapat melihat yg mana itu kamera,apa yg dilihat kamera dan bagaimana hasil rendernya.

Kamera , sudut pandang kamera dan hasil render
Hasil render dari blender ini adalah gambar bitmap yg jelas berbeda dengan gambar vektor karena bitmap akan terlihat pecah ketika kita zoom melebihi 100%,hal itu dikarenakan gambar bitmap bekerja dengan pixel dan dot per inches atau dpi sementara gambar vektor bekerja dengan perhitungan matematika sehingga ia akan memperhitungkan garisnya dengan presisi sebesar apapun kita zoom gambar itu.resolusi standar ketika kita membuka blender adalah 960x540,yah kecil memang jika dibandingkan dengan resolusi layar monitor apalagi resolusi kertas dsb.

Sekarang kita udah cukup mendapat gambaran tentang garis besar proses pembuatan 3D di blender,bisa jadi objek yg bagus atau nggak itu tergantung imajinasi masing masing ya,tapi apa fungsinya?ya banyak sih,visualisasi arsitektur misalnya,arsitek jaman sekarang juga butuh 3D daripada mereka harus mahal mahal bikin maket hanya untuk presentasi;membuat objek 3D untuk komersialisasi produk,daripada kita harus sewa studio dan bayar fotografer yg harganya jutaan itu,kenapa nggak bikin sendiri saja pakai 3D?;atau untuk hobi dan kepuasan pribadi?semua bebas berkreasi,ada banyak sekali 3D artist diluar sana yg mampu menghasilkan gambar realis dan sulit dibedakan antara foto atau 3D.Namun jika kita berpikir ingin memberi “nyawa” pada 3D itu,membuatnya bergerak,berkespresi,maka animasi lah jawabannya.

Dalam kehidupan nyata kita bisa bergerak karena kita memiliki rangka dan tulang,begitu pula dengan 3D,sebuah karakter bisa bergerak bukanlah dengan mengubah verticenya atau mengubah bentuk dasar objek itu tiap satuan waktu,dalam 3D kita tetap menggunakan tulang atau bone dan rangka disebut dengan armature,proses penulangan ini dalam 3D dinamakan Rigging.Hanya saja pembuatan armature pada 3D tidak seperti rangka manusia nyata,rigging hanya membentuk poros gerak dari objek saja,seperti contoh di bawah.

bone dan armature manusia

Contoh objek sebelum dan setelah penulangan (rigging)


Memiliki video animasi yg dipenuhi makhluk hidup tanpa ada hukum alam seperti angin berhembus,air menetes,benda jatuh akan terasa sangat hambar pastinya.Hal lain yg dapat dilakukan komputer selain urusan segitiga adalah simulasi,ia akan berpikir tentang hukum logika akan suatu benda,hal yg perlu kita beritahu pada komputer ialah berapa besar gravitasi dan massa benda,kekuatan angin yg berhembus,bahan dan sifat benda dsb.,dan ketika komputer telah menerima dan menelaah informasi itu,maka dengan sendirinya ia akan berpikir bagaimana benda itu akan bergerak sesuai hukum alam.Simulasi merupakan hal yg luas,mulai dari simulasi standar blender hingga simulasi yg kita buat sendiri dengan cara mengetikkan bahasa python dan mengintegrasikannya dengan blender,mulai dari bendera berkibar hingga perang massal bisa dilakukan dengan simulasi, contoh di bawah adalah simulasi standar yg dimiliki oleh blender 3D.

“drowning” menggunakan fluid simulation

“collapse” menggunakan rigid body simulation


“Indonesia” menggunakan cloth simulation

Credit Image : Randi Prasetyo

Randi Prasetyo
facebook.com/everise.randi
VFX Artist at Infinite Studio