Slider

News

3DS Max

After Effect

Blender

Photoshop

Style5[ImagesOnly]

Artikel ini ditulis oleh Randi Prasetyo. Menjelaskan tentang seluk beluk dunia 3D, CGI dan juga hal teknis lain seperti objek, material, proses pencahayaan dan juga simulasi. Walau penulis menggunakan blender sebagai referensi, semua penjelasan bisa juga dipakai oleh anda pengguna software 3D lain.


Ketika ditanya “apa itu 3D”? orang kebanyakan akan menjawab film animasi, film anak anak, gambar komputer, film yg gambarnya bisa keluar.Well,semua jawaban itu mungkin akan mengacu pada 3D meski topik bahasan 3D sebenarnya lebih luas dari itu.3D bukan hanya kita membuat sesuatu,ini ditaruh sana,itu ditaruh sini lalu mengambil gambarnya,ya  nggak salah sih dengan  pemikiran itu,tapi  semua orang akan memilih menjadi 3D artist saja kalau pekerjaannya sesimple itu.

Kita analogikan ketika kita membuat sebuah makanan, nasi goreng katakanlah, untuk membuat nasi goreng tentunya yg kita butuhkan bukan hanya nasi dan minyak kan?kita membutuhkan garam,bawang,sayuran dan mie sebagai pelengkap,kecap,saus tomat dan sambal sebagai pewarna,daging,beberapa sayuran seperti selada dan irisan  tomat  dan mungkin krupuk beserta sedikit kacang mede untuk memberikan sensasi rasa yg istimewa,untuk menciptakan nasi goreng tentu saja kita membutuhkan spatula,wajan dan kompor sebagai peralatan masak.Ketika sudah matang,nasi itu pastinya akan kita tuang di atas piring,kita hias dengan indah dan kita ambil sudut yg tepat untuk kita foto agar bisa kita upload di jejaring sosial untuk kita ceritakan pada teman kita tentang kreasi kita dan mungkin mereka menyukainya,meminta kita membuatkan untuk mereka dan berujung kita mendapat keuntungan dengan menjualnya,bisa jadi kan?

Bekerja dengan komputer untuk menghasilkan gambar 3D sebenarnya tidak terlalu jauh dari itu (kecuali kita nggak perlu khawatir terhadap minyak panas yg bisa membuat tangan melepuh,ya kita tak perlu memikirkan itu) , kita membuat sesuatu,kita warnai,tempatkan di tempat yg semestinya,kita memikirkan setiap detail agar benda itu menjadi seindah atau serealistis yg kita inginkan,lalu mengambil gambar dari sudut yg tepat agar memberikan pandangan artistik dengan sudut dan komposisi yg tepat.Dan untuk menghasilkan gambar itu peralatan yg kita butuhkan adalah software 3D,dalam bahasan ini kita menggunakan blender.

Blender adalah software 3D open source yg bekerja dan berintegrasi dengan menggunakan bahasa python dan  diciptakan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Ton Rosendaal,untuk mendapatkan software ini ataupun mendapatkan info lebih lengkap silakan kunjungi www.blender.org. Hal yg teristimewa dari blender 3D adalah ia gratis (kan open source) dan ringan , berbeda dengan software lain yg membutuhkan HDD berGiga-giga dan harus membayar lisensi untuk menggunakannya seperti 3Ds Max, Cinema 4D, Maya, Zbrush, Daz, dkk. Ketika Software lain membutuhkan render engine tambahan (yg harus bayar lisensi lagi) untuk mendapat hasil gambar optimal, blender sudah memiliki render engine yg bernama cycle di dalamnya dan ia menghasilkan gambar realis yg hasilnya bisa diadu dengan render berbayar seperti Octane,Vray,Mental Ray dll.


Contoh Render Cycle Engine
Contoh render blender dan cycle: “Candle Light Dinner”

Dalam dunia 3D (biasa disebut juga dengan CGI : Computer Generated Image atau Computer Graphics Imagery), hampir semua bentuk dibuat dengan bentuk segitiga.Yah mungkin ada banyak tool atau bentuk dasar yg membuat kita bekerja dengan bentuk segiempat,kurva,persamaan matematika dll yg tidak mungkin penulis sebut kesemuanya,tetapi ujung dasar dari semua bentuk itu tetap saja kembali lagi,”segitiga”.Kalau orang jaman dulu bilang “komputer bego”,ya pada kenyataannya memang bener sih,komputer memang bego karena dia ngertinya Cuma bentuk segitiga,tapi di sisi positifnya komputer cerdas banget,paham bener soal urusan segitiga ini.Dan syukurnya ada banyak orang jenius di luar sana (seperti orang di belakang layar semua 3D software) yg mengembangkan tool supaya kita bisa bekerja dengan bentuk segiempat yg tersusun dari bentuk segitiga yg teramat sangat memudahkan pekerjaan kita,dan mungkin kita juga nggak paham bahwa sebenarnya kita bekerja dengan bentuk segitiga (contohnya penulis yg baru sadar tentang itu setelah beberapa tahun menggunakan blender).Untuk memudahkan pemahaman,silakan lihat contoh gambar dibawah,sebuah balok yg tersusun dari objek segitiga,yah ok mungkin memang benar pada awal ia merupakan objek segiempat,namun sebenarnya jika kita melihat basic bentuknya,ia adalah gabungan objek
segitiga.
kubus blender
Balok yg tersusun dari objek segitiga

Dan dari kemudahan itulah kita akan mampu menciptakan banyak bentuk indah dari 3D meskipun kita tetap secara dasar menggunakan bentuk segitiga.

Contoh geometri dasar blender
Contoh bentuk dasar :plane , box , circle , uv sphere , ico sphere , cylinder , cone 

Torus dan Suzanne (Suzanne adalah mascot blender)

”Strike Freedom Gundam”


Dalam editing suatu bentuk objek 3D itu sendiri,terdapat hal yg harus kita mengerti untuk memudahkan editing objek,yaitu vertices atau titik , edge atau garis , dan face atau bidang. Kesemuanya memiliki fungsi masing masing untuk memudahkan kita dalam membuat bentuk yg akan kita pahami lebih lanjut ketika sudah memasuki proses modelling (pembentukan) objek

vertices , edge , face
vertices , edge , face


Bayangkan jika kita memiliki rumah yg begitu besar dengan perabotannya tapi kesemuanya tak berwarna,atau warnanya putih,tentu saja itu membuat mata tak nyaman dan membosankan bukan?hal tersebut juga berlaku dalam 3D , sekeren apapun objek yg kita buat tapi tanpa warna apalah artinya.Material,merupakan salah satu elemen esensial dalam 3D , bagaimana kita bisa mengatakan itu logam jika tanpa kilap?bagaimana kita bisa tetap ngotot berkata itu kaca jika itu tak transparan?atau kita berkata itu lampu menyala tapi tak nampak cahaya di objek lampu itu?yah mungkin gambar kita hanya akan menjadi seperti bentuk yg dibuat dengan menggunakan kertas karton,tapi dengan pemberian material yg tepat,tentu saja tujuan kita akan tersampaikan,dan penikmat gambar juga memahami pikiran kita,warna juga menambah kesan realis dan ketertarikan seseorang terhadap gambar.Berikut beberapa contoh material dan texture dalam blender cycle.

atas   : tanpa material , diffuse, transparent, velvet, subsurface scattering , glossy,hair
bawah  : toon,refraction,glass,transluscent,emission,anistropic

atas  : tanpa tekstur ,noise,musgrave,magic,voronoiBawah  :brick,wave,checker



Tentu saja itu bukanlah keseluruhan material ataupun texture yg dimiliki oleh blender,material material di atas tentu saja tak bisa merepresentasikan sesuatu yg ada di dunia nyata,kita ambil contoh keramik yg memiliki kilap tapi juga berwarna terang,pada kasus itu kita menggunakan material “mix” yg cara kerjanya menggabungkan 2 material atau lebih dengan rasio tertentu,selain itu kita juga harus menempatkan “texture” yg tepat karena seyogianya tiada satupun benda di dunia nyata yg mulus tak bertekstur.Penguasaan terhadap kedua hal itu hanya bisa diperoleh dengan pengalaman,percobaan,trial and error,penulis ataupun tutor manapun hanya mampu memberikan pemahaman basic dari kecenderungan setiap material yg akan kita bahas lebih lanjut nantinya.

Tanpa Pencahayaan, Dengan Pencahayaan


Hal yg juga tak kalah pentingnya adalah lighting dan shadow (pencahayaan dan bayangan).segala benda yg bisa dilihat mata tentunya memiliki bayangan,akan menjadi aneh bila kita membuat sesuatu tapi tanpa bayangan (memangnya ada?),rasanya kayak nggak banget,dibayangin saja sudah ketahuan jeleknya kok.Oleh karena itu pencahayaan merupakan salah 1 elemen utama dalam bentuk seni apapun,termasuk 3D.Bisa kita lihat pada contoh di atas akan objek yg memiliki pencahayaan dan tidak.Light atau lampu pada blender terbagi menjadi point,sun,hemi dan area,(yg akan kita bahas pada bab yg lain) namun sayangnya untuk cycle hingga 2.69 ini kita hanya bisa menggunakan point dan sun,selain itu akan dikategorikan menjadi point light oleh cycle.Karena pencahayaan lah kita bisa paham objek itu memiliki volum,kita paham objek itu tinggi atau jarak antar objek,oleh karenanya hal ini tentu saja tidak bisa kita anggap remeh.Pencahayaan yg tepat dari sudut yg tepat akan menghasilkan bayangan dan keindahan komposisi,begitu juga sebaliknya,asal menempatkan lampu juga akan menghasilkan penilaian yg asal pula.Berikut contoh permainan pencahayaan yg bisa kita lakukan pada objek 3D

Head action figure
Ok jadi kita sudah mulai mendapat gambaran tentang modelling,material&texturing dan lighting,tapi apalah artinya jika kita tak menyimpannya dalam sebuah gambar jadi atau video?masak iya kita mau menunjukkan kepada orang lain dengan membuka software blender dan menunjukan preview.nya?Hal yg selalu ada dan dibutuhkan oleh semua software 3D adalah RENDER.namun sebelum kita memulai render,tentukan dahulu posisi kamera,karena ini adalah “mata” kita,karena apa yg dilihat kamera adalah apa yg akan nampak dalam hasil render.Pada contoh gambar diatas kita dapat melihat yg mana itu kamera,apa yg dilihat kamera dan bagaimana hasil rendernya.

Kamera , sudut pandang kamera dan hasil render
Hasil render dari blender ini adalah gambar bitmap yg jelas berbeda dengan gambar vektor karena bitmap akan terlihat pecah ketika kita zoom melebihi 100%,hal itu dikarenakan gambar bitmap bekerja dengan pixel dan dot per inches atau dpi sementara gambar vektor bekerja dengan perhitungan matematika sehingga ia akan memperhitungkan garisnya dengan presisi sebesar apapun kita zoom gambar itu.resolusi standar ketika kita membuka blender adalah 960x540,yah kecil memang jika dibandingkan dengan resolusi layar monitor apalagi resolusi kertas dsb.

Sekarang kita udah cukup mendapat gambaran tentang garis besar proses pembuatan 3D di blender,bisa jadi objek yg bagus atau nggak itu tergantung imajinasi masing masing ya,tapi apa fungsinya?ya banyak sih,visualisasi arsitektur misalnya,arsitek jaman sekarang juga butuh 3D daripada mereka harus mahal mahal bikin maket hanya untuk presentasi;membuat objek 3D untuk komersialisasi produk,daripada kita harus sewa studio dan bayar fotografer yg harganya jutaan itu,kenapa nggak bikin sendiri saja pakai 3D?;atau untuk hobi dan kepuasan pribadi?semua bebas berkreasi,ada banyak sekali 3D artist diluar sana yg mampu menghasilkan gambar realis dan sulit dibedakan antara foto atau 3D.Namun jika kita berpikir ingin memberi “nyawa” pada 3D itu,membuatnya bergerak,berkespresi,maka animasi lah jawabannya.

Dalam kehidupan nyata kita bisa bergerak karena kita memiliki rangka dan tulang,begitu pula dengan 3D,sebuah karakter bisa bergerak bukanlah dengan mengubah verticenya atau mengubah bentuk dasar objek itu tiap satuan waktu,dalam 3D kita tetap menggunakan tulang atau bone dan rangka disebut dengan armature,proses penulangan ini dalam 3D dinamakan Rigging.Hanya saja pembuatan armature pada 3D tidak seperti rangka manusia nyata,rigging hanya membentuk poros gerak dari objek saja,seperti contoh di bawah.

bone dan armature manusia

Contoh objek sebelum dan setelah penulangan (rigging)


Memiliki video animasi yg dipenuhi makhluk hidup tanpa ada hukum alam seperti angin berhembus,air menetes,benda jatuh akan terasa sangat hambar pastinya.Hal lain yg dapat dilakukan komputer selain urusan segitiga adalah simulasi,ia akan berpikir tentang hukum logika akan suatu benda,hal yg perlu kita beritahu pada komputer ialah berapa besar gravitasi dan massa benda,kekuatan angin yg berhembus,bahan dan sifat benda dsb.,dan ketika komputer telah menerima dan menelaah informasi itu,maka dengan sendirinya ia akan berpikir bagaimana benda itu akan bergerak sesuai hukum alam.Simulasi merupakan hal yg luas,mulai dari simulasi standar blender hingga simulasi yg kita buat sendiri dengan cara mengetikkan bahasa python dan mengintegrasikannya dengan blender,mulai dari bendera berkibar hingga perang massal bisa dilakukan dengan simulasi, contoh di bawah adalah simulasi standar yg dimiliki oleh blender 3D.

“drowning” menggunakan fluid simulation

“collapse” menggunakan rigid body simulation


“Indonesia” menggunakan cloth simulation

Credit Image : Randi Prasetyo

Randi Prasetyo
facebook.com/everise.randi
VFX Artist at Infinite Studio


About Tedi Permana

Blogger, 3D Generalist, Photoshoper dan gamer. Lahir di Tasikmalaya 31 Agustus 1993.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment